Sabtu, 29 Oktober 2016

Buktikan jika anda bisa menjalaani sampai sukses (Harius N Yaas)

Buktikan jika anda bisa menjalani sampai sukses


Hidup di negeri rantau (Jakarta Pusat) memang tak semudah yang dibayangkan oleh kita maupun orang lain. Terpisah dengan keluarga terutama bapa dan mama di Papua itu bukan suatu yang menyenangkan bagi hati kita. Namun, tujuan merantau tiada lain dan tiada bukan adalah untuk membuat mereka bahagia demi berbakti kepada keduanya dalam perkuliaan kita. Apapun tujuannya, entah untuk menuntut ilmu sebagai kebenaran akan Hidup dan dimasa akan datang (Maranatha). Semua tak terlepas dari keinginan untuk membahagiakan mereka bapa dan mama, terlebih pada saat mereka masih mengirimi kas bulanan kepada saya yang di kasihinya. Adakah keinginan mengecewakan mereka di negeri rantau ini (Jakarta pusat)?
 
Jika kita kihat pasti Semua orang tua menginginkan agar anak-anak mereka menjadi anak yang suatu saat akan berbicara di depan poblik dan didepan mata mereka (Bapa dan mama) bagi orang-orang disekitarya. Mereka menginginkan sebuah perubahan pada prilaku, tidak lagi menjadi seorang anak kecil yang hanya tahu dengan dunia bermain. Tapi, menjadi seorang yang lebih dewasa dalam bertindak maupun berpikir dalam Rohani yang penuh kedewasaan.
Seseorang dapat dikatakan dewasa, apabila dia mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk, antara yang benar dan yang salah (seperti kita membedakan uang asli dan uang palsu) Tapi, itu semua tak cukup menjadi penilaian seseorang dikatakan dewasa. kita dewasa ketika mampu menjadikan diri kita teladan bagi orang-orang disekitar kita, dengan berbagai situasi serumit apapun
Bagi kita seorang perantau, berbakti kepada orang tua tak semudah seorang yang tinggal bersama kedua orang tuanya. Jika orang yang tinggal bersama kedua orang tuanya, setiap saat dan kapanpun dia mampu berbakti kepada keduanya dengan cara berbuat baik langsung kepada mereka. Namun, kita bagi para perantau, apakah bisa berbuat baik langsung kepada mereka? Padahal, terpisahkan oleh jarak dan tempat yang berbeda (papua - jakarta)?
Inilah salah satu cara termudah untuk berbakti kepada mereka walaupun di negeri rantau. Cara tersebut yakni dengan selalu menyempatkan diri menghubungi mereka walaupun hanya sebentar. Ditengah-tengah kesibukan anak rantau sekira masih mampu meluangkan waktu beberapa menit untuk bisa menghubungi ayah dan bundayang sanghat kita sayangi
Dizaman sekarang teknologi telah mempermudah manusia. Inilah salah satu kebaikan dari teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh setiap insan. Dengan menggunakan handphone dimanapun dan kapanpun berada mampu menghubungkan komunikasi diantara dua orang atau lebih tanpa harus bertatap muka.
 
Hubungilah mereka walaupun hanya dengan sebaris kata lewat pesan singkat biarpun oarang tuakan nda bisa membaca tapi dia tau bahwa itu kabar dari saya. Beritahukan kabar dan tanyakan kabar mereka. Semoga saja kita yang bertanya dan mereka yang menjawab selalu berada dalam lindungan-Nya dan diberikan kesehatan sehingga akan merasakan kebahagiaan kembali pada saat berjumpa.
Alangkah lebih baik lagi, jika kita merelakan sedikit pulsa yang dimiliki untuk menelpon baik bapa atuapun mama. Setidaknya, memberitahukan  bahwa  kita sedang dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Lewat telpon, kita bisa mendengarkan kembali suara beliau (bapa atau mama) yang sudah mulai menua dimakan oleh perputaran waktu.
Mereka hanya ingin mengetahui keadaan kita ketika berada di rantau orang. bapa dan mama setiap hari bertanya-tanya, apakah anakku sehat dan baik-baik saja disana?
 
Dengan menghubungi mereka adalah jawaban yang diharapkan yang terlontar langsung dari anak tercinta.  Jawaban dari kegelisahan dan kegundahan mereka terhadap anak yang telah dididik hingga dewasa yang kini berada jauh dari kampung halaman.
Secara tidak langsung hati mereka berkata-kata.
“Nak, hubungilah kami walau sebentar” (mama yang ku sayang tenangkan hatimu aku selalu sehat di sini.
Terkadang, kita sebagai anak yang hidup di negeri rantau (jakarta pusat, yang penuh dengan kehidupan yang keras ini), terlena dengan berbagai aktivitas. Sehingga,melupakan orang yang dari kejauhan selalu memikirkan dan mendoakan agar senantiasa berada di dalam lindungan dan nuangan-Nya.
Masihkah kita tak mau berbakti kepada mereka? Walaupun raga ini telah terpisahkan oleh lautan dan pulau-pulau. Tak sadarkah selama ini untaian doa-doa terucap di bibir seorang yang sejak kita lahir hingga sekarang tak pernah meminta sepeser pun untuk mengganti biaya yang telah habis mereka gunakan?
Tak ada alasan untuk tetap berbakti kepada keduanya. Begitu besar pengorbanan dan susah payah mereka membesarkan anak yang kini tidak berada di dekat keduanya.
Apalah yang mereka inginkan disisa-sisa umur yang semakin hari semakin mendekati pada ujung dari kehidupan? Akankah kita berbakti setelah mereka tiada?
Getaran suara yang kita berikan lewat sinyal telpon yang ditangkap oleh telinga mereka, itulah yang diinginkan. Mereka ingin tetap mendengar suara kita walaupun tak bisa menatap langsung dengan sang buah hati.
Kita rela pulsa di handphone habis terbuang hanya untuk mengirimkan pesan kepada orang-orang yang tidak berpengaruh penting terhadap kehidupan atau kita pun mampu membuang pulsa beberapa ribu hanya untuk digunakan menelpon sesama teman. Tapi, mengapa kita tak rela menghabiskan pulsa walau hanya dengan mengirimkan pesan singkat kepada kedua orang tua?
Berbakti tak mengenal tempat dan waktu. Dimanapun dan kapanpun selagi diri ini masih mampu menghirup dan menghembuskan nafas maka bakti kepada orang tua tak akan pernah terlepaskan pada diri seorang insan.
 
Sampai kapanpun seorang anak tak akan mampu membalas secara penuh segala hal yang telah diberikan oleh orang tua kepada dirinya. Setidaknya, lewat berbakti kepada mereka adalah salah satu jalan untuk membalas kebaikan, pengorbanan dan jerih payah yang mereka berikan kepada kita walaupun hanya sebagian kecil.
Hubungilah mereka selagi kita masih bisa menghubungi mereka. Apa yang bisa diperbuat oleh diri ini jika mereka telah pergi untuk selamanya? Tak sadarkah kita selama ini bahwa mereka menantikan kabar dari jauh walau hanya lewat suara atau kata-kata yang tertulis di dalam melalui perkataan singkat yang keluar dari mulut kita.
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”https://www.facebook.com/MoncesSarmiMerauke/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar