Buktikan jika anda bisa menjalani sampai sukses
Hidup di negeri rantau (Jakarta Pusat) memang tak semudah yang dibayangkan oleh kita maupun orang lain. Terpisah
dengan keluarga terutama bapa dan mama di Papua itu bukan suatu yang menyenangkan bagi hati kita.
Namun, tujuan merantau tiada lain dan tiada bukan adalah untuk membuat
mereka bahagia demi berbakti kepada keduanya dalam perkuliaan kita. Apapun tujuannya, entah untuk menuntut ilmu sebagai kebenaran akan Hidup dan dimasa akan datang (Maranatha). Semua tak terlepas dari
keinginan untuk membahagiakan mereka bapa dan mama, terlebih pada saat mereka masih
mengirimi kas bulanan kepada saya yang di kasihinya. Adakah keinginan
mengecewakan mereka di negeri rantau ini (Jakarta pusat)?
Jika kita kihat pasti Semua orang tua menginginkan agar anak-anak mereka menjadi anak yang suatu saat akan berbicara di depan poblik dan didepan mata mereka (Bapa dan mama) bagi orang-orang disekitarya.
Mereka menginginkan sebuah perubahan pada prilaku, tidak lagi menjadi
seorang anak kecil yang hanya tahu dengan dunia bermain. Tapi, menjadi
seorang yang lebih dewasa dalam bertindak maupun berpikir dalam Rohani yang penuh kedewasaan.
Seseorang dapat dikatakan dewasa, apabila dia mampu membedakan antara
yang baik dan yang buruk, antara yang benar dan yang salah (seperti kita membedakan uang asli dan uang palsu) Tapi, itu
semua tak cukup menjadi penilaian seseorang dikatakan dewasa. kita dewasa
ketika mampu menjadikan diri kita teladan bagi orang-orang disekitar kita,
dengan berbagai situasi serumit apapun
Bagi kita seorang perantau, berbakti kepada orang tua tak semudah seorang
yang tinggal bersama kedua orang tuanya. Jika orang yang tinggal bersama
kedua orang tuanya, setiap saat dan kapanpun dia mampu berbakti kepada
keduanya dengan cara berbuat baik langsung kepada mereka. Namun, kita bagi
para perantau, apakah bisa berbuat baik langsung kepada mereka? Padahal,
terpisahkan oleh jarak dan tempat yang berbeda (papua - jakarta)?
Inilah salah satu cara termudah untuk berbakti kepada mereka walaupun di
negeri rantau. Cara tersebut yakni dengan selalu menyempatkan diri
menghubungi mereka walaupun hanya sebentar. Ditengah-tengah kesibukan
anak rantau sekira masih mampu meluangkan waktu beberapa menit untuk
bisa menghubungi ayah dan bundayang sanghat kita sayangi
Dizaman sekarang teknologi telah mempermudah manusia. Inilah salah satu
kebaikan dari teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh setiap insan. Dengan
menggunakan handphone dimanapun dan kapanpun berada mampu menghubungkan
komunikasi diantara dua orang atau lebih tanpa harus bertatap muka.
Hubungilah mereka walaupun hanya dengan sebaris kata lewat pesan
singkat biarpun oarang tuakan nda bisa membaca tapi dia tau bahwa itu kabar dari saya. Beritahukan kabar dan tanyakan kabar mereka. Semoga saja kita
yang bertanya dan mereka yang menjawab selalu berada dalam lindungan-Nya
dan diberikan kesehatan sehingga akan merasakan kebahagiaan kembali
pada saat berjumpa.
Alangkah lebih baik lagi, jika kita merelakan sedikit pulsa yang
dimiliki untuk menelpon baik bapa atuapun mama. Setidaknya,
memberitahukan bahwa kita sedang dalam kondisi sehat dan baik-baik
saja. Lewat telpon, kita bisa mendengarkan kembali suara beliau (bapa
atau mama) yang sudah mulai menua dimakan oleh perputaran waktu.
Mereka hanya ingin mengetahui keadaan kita ketika berada di rantau
orang. bapa dan mama setiap hari bertanya-tanya, apakah anakku sehat
dan baik-baik saja disana?
Dengan menghubungi mereka adalah jawaban yang diharapkan yang terlontar
langsung dari anak tercinta. Jawaban dari kegelisahan dan kegundahan
mereka terhadap anak yang telah dididik hingga dewasa yang kini berada
jauh dari kampung halaman.
Secara tidak langsung hati mereka berkata-kata.
“Nak, hubungilah kami walau sebentar” (mama yang ku sayang tenangkan hatimu aku selalu sehat di sini.
Terkadang, kita sebagai anak yang hidup di negeri rantau (jakarta pusat, yang penuh dengan kehidupan yang keras ini), terlena dengan
berbagai aktivitas. Sehingga,melupakan orang yang dari kejauhan selalu
memikirkan dan mendoakan agar senantiasa berada di dalam lindungan dan
nuangan-Nya.
Masihkah kita tak mau berbakti kepada mereka? Walaupun raga ini telah
terpisahkan oleh lautan dan pulau-pulau. Tak sadarkah selama ini untaian
doa-doa terucap di bibir seorang yang sejak kita lahir hingga sekarang
tak pernah meminta sepeser pun untuk mengganti biaya yang telah habis
mereka gunakan?
Tak ada alasan untuk tetap berbakti kepada keduanya. Begitu besar
pengorbanan dan susah payah mereka membesarkan anak yang kini tidak
berada di dekat keduanya.
Apalah yang mereka inginkan disisa-sisa umur yang semakin hari semakin
mendekati pada ujung dari kehidupan? Akankah kita berbakti setelah
mereka tiada?
Getaran suara yang kita berikan lewat sinyal telpon yang ditangkap oleh
telinga mereka, itulah yang diinginkan. Mereka ingin tetap mendengar
suara kita walaupun tak bisa menatap langsung dengan sang buah hati.
Kita rela pulsa di handphone habis terbuang hanya untuk mengirimkan
pesan kepada orang-orang yang tidak berpengaruh penting terhadap
kehidupan atau kita pun mampu membuang pulsa beberapa ribu hanya untuk
digunakan menelpon sesama teman. Tapi, mengapa kita tak rela
menghabiskan pulsa walau hanya dengan mengirimkan pesan singkat kepada
kedua orang tua?
Berbakti tak mengenal tempat dan waktu. Dimanapun dan kapanpun selagi
diri ini masih mampu menghirup dan menghembuskan nafas maka bakti kepada
orang tua tak akan pernah terlepaskan pada diri seorang insan.
Sampai kapanpun seorang anak tak akan mampu membalas secara penuh segala
hal yang telah diberikan oleh orang tua kepada dirinya. Setidaknya,
lewat berbakti kepada mereka adalah salah satu jalan untuk membalas
kebaikan, pengorbanan dan jerih payah yang mereka berikan kepada kita
walaupun hanya sebagian kecil.
Hubungilah mereka selagi kita masih bisa menghubungi mereka. Apa yang
bisa diperbuat oleh diri ini jika mereka telah pergi untuk selamanya?
Tak sadarkah kita selama ini bahwa mereka menantikan kabar dari jauh
walau hanya lewat suara atau kata-kata yang tertulis di dalam melalui perkataan singkat yang keluar dari mulut kita.
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang
ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang
bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.Bersyukurlah kepada-Ku
dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”https://www.facebook.com/MoncesSarmiMerauke/




